Ekonomi Anjlok di Tengah Pandemik, Kadin Kepri Minta PPJU di Gratiskan.

Must read

NAGOYANEWS.NET, BATAM – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kepulauan Riau menyambut baik keputusan pemerintah menggratiskan tagihan listrik bagi pelanggan Rumah Tangga (R1) 450 VA dan pemberian diskon 50 persen bagi pelanggan golongan Rumah Tangga 900 VA Bersubsidi.

Kebijakan baik itu seharusnya diikuti dengan kebijakan pemerintah di daerah dengan menggratiskan Pajak Penerangan Jalan Umum (PPJU) untuk semua kelompok pelanggan termasuk sektor jasa dan industri.

Permintaan itu disampaikan Wakil Ketua Kadin Kepri, Syarifuddin Andi Bola dengan meminta para Bupati/Walikota di wilayah Kepri menggratiskan PPJU selama setahun. Selama ini kata Andi Bola, pemerintah daerah termasuk Kota Batam, sudah menikmati pendapatan dari PPJU bertahun-tahun dan tidak ada keberatan saat itu ketika pandemi corona belum muncul.

Disaat kondisi ekonomi terganggu akibat Covid-19, sudah selayaknya PPJU digratiskan.

Penggratiskan PPJU menurut Andi Bola sangat dimungkinkan, karena itu masuk kewenangan pemerintah daerah. PPJU adalah salah satu jenis penerimaan daerah yang tidak diatur oleh pemerintah pusat.

“PPJU kita minta digratiskan dulu setahun, agar beban masyarakat dan dunia usaha berkurang,” pinta Andi.

Permintaan ini menurut Andi sangat realistis. Disaat ekonomi baik, semua membayar PPJU, tetapi ketika kondisi sekarang, sebaiknya gentian, pemerintah daerah yang bebaskan rakyat dari pembayaran tagihan.

“Sudah memungut bertahun-tahun, saatnya gratiskan, tahun depan bisa pungut lagi jika kondisi sudah membaik,” ujarnya.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menurut Andi juga bisa mendorong kepala daerah menggratiskan ini.

“Kita minta DPRD juga mendukung, DPRD bisa meminta Bupati/Walikota agar membebaskan rakyat dari PPJU sementara waktu,” tambah Andi.

PLN Siapkan Langkah

PLN sedang menyiapkan langkah-langkah menggratiskan tagihan listrik sesuai keputusan pemerintah pada rapat terbatas tanggal 29 April 2020. Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara Zulkifli Zaini sebagaimana dimuat di tempo.co mengatakan PLN sedang menyiapkan mekanisme teknis untuk menggratiskan tagihan listrik bagi pelanggan Bisnis skala Kecil (B1) dan Industri skala Kecil (I1) yang memiliki sambungan daya 450VA selama enam bulan. Keputusan pembebasan tarif tagihan listrik dan pemberian token gratis bagi pelanggan golongan tersebut.

“PLN langsung menyiapkan langkah-langkah teknis pembebasan tagihan listrik bagi pelanggan Bisnis Kecil dan Industri Kecil, sebagaimana kami telah menyelesaikan pembebasan tagihan dan pemberian diskon bagi pelanggan rumah tangga pada bulan April yang lalu,” kata Zulkifli dalam keterangan tertulis, Jumat, 1 Mei 2020.

Hal itu merespons Presiden Joko Widodo atau Jokowi memperluas program perlindungan rakyat yang terdampak akibat Covid-19 dan mengupayakan pemulihan ekonomi, terutama di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah.

Termasuk program khusus bagi usaha ultramikro dan usaha mikro yang selama ini tidak tersentuh atau terjangkau lembaga keuangan maupun perbankan. Ada lima skema besar program yang diperuntukkan bagi pelaku usaha kecil dan menengah untuk dapat menerima bantuan sosial dari Pemerintah.

Dia mengatakan PLN sangat antusias dan bertanggung jawab penuh untuk menjalankan komitmen dan menerjemahkan kepedulian Pemerintah dalam melindungi dan membantu para pelaku bisnis dan industri kecil.

“Sehingga kami juga akan menempuh berbagai jalur sehingga pembebasan tagihan dapat secepatnya dinikmati oleh pelanggan yang berhak,” ujar Zulkifli. (eg)

More articles

spot_img

News Update