Jokowi Tunda Pembahasan RUU Cipta Kerja, Arief: Kinerja Menaker Ida Fauziah Harus Dievaluasi

Must read

NAGOYANEWS.NET – Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziah disebut-sebut sebagai penyebab adanya gejolak penolakan buruh dan elemen sipil terkait masalah ketenagakerjaan dalam omnibus law Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja.

Akhirnya, presiden menunda pembahasan klaster ketenagakerjaan dalam RUU Cipta Karya. Namun, meski demikian Arief Poyuona Ketua Umum Partai Gerindra meminta kepada Presiden Joko Widodo agar mengevaluasi kinerja Menaker Ida Fauziah.

“Menteri Ida Fauziah selama ini tidak pernah mengajak para serikat buruh membahas RUU Cipta Kerja. Akibatnya, ada resistensi dari para elemen sipil dan buruh terhadap RUU Cipta Kerja,” ujar Arief Poyuona, Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu ini, Jumat (24/4)

Seperti dilansir rmol.com, Arief menambahkan bahwa seharusnya Kementerian Tenaga Kerja yang punya domain ketenagakerjaan membahas draff klaster ketenagakerjaan dalam draf UU Omnibus law bersama pengusaha dan buruh, sehingga tidak membuat buruh turun ke jalan dan presiden bersama Ketua DPR tidak minta untuk ditunda setelah draf UU omnibus law sudah di Baleg DPR RI.

Lebih lanjut Arief menegaskan bahwa, RUU Cipta Kerja sangat dibutuhkan untuk menciptakan perekonomian Indonesia yang lebih maju dan menarik investasi. Oleh karena itu, Arief meminta Jokowi mengevaluasi kinerja Ida Fauziah politisi PKB itu.

“UU omnibus law itu sangat dibutuhkan untuk menciptakan perekonomian Indonesia yang lebih maju, dan menarik iklim usaha dan investasi yang akan menciptakan lapangan kerja,” tutup Arief. (rif)

More articles

spot_img

News Update