Per 30 April, Aplikasi Hooq Tutup Setelah Eksis 5 Tahun di Indonesia

Must read

NAGOYANEWS.NET– Pelanggan video on demand Hooq akan kecewa karena aplikasi akan ditutup pada 30 April. Mereka yang selama ini telah nyaman dengan aplikasi tersebut, tidak akan lagi bisa menikmati layanannya.

“Rencananya begitu (ditutup 30 April)”, kata Head of Hooq Indonesia Guntur Siboro, sebagaimana dikutip dari Kompas Tekno.

Untuk diketahui, Hooq merupakan layanan video on demand yang berbasis di Singapura dan merupakan perusahaan patungan Sony Pictures, Warner Bros, dan Singtel. Layanan ini hadir pertama kali pada Januari 2015 di beberapa negara Asia, seperti Filipina, Thailand, India, Indonesia, dan Singapura.

Baca juga: Setelah Diunggah Khrisna Murti, Begini Penampakan Lendir Pasien Covid-19

Menurut Guntur, penutupan layanan Hooq dikarenakan para pemegang saham Hooq sudah melakukan pengajuan likuidasi di Singapura pada 27 Maret lalu. Dilaporkan Channel News Asia, pemegang saham mayoritas Hooq yakni Singapore Telecommunication (Singtel) mengajukan likuidasi, karena pertumbuhan bisnis yang kurang maksimal untuk menutup biaya operasional.

“Penyedia konten global maupun lokal semakin tinggi, biaya konten tetap tinggi, dan kemampuan membayar pelanggan di negara berkembang secara perlahan-lahan mulai tumbuh dengan semakin banyaknya pilihan,” kata perwakilan Hooq.

Baca juga: Kadin Bantah Pernyataan Anggota DPR Kamrussamad

Singtel sendiri memegang 76,5 persen saham di Hooq. Perwakilan Hooq Asia mengatakan bahwa perubahan pasar membuat model bisnis yang mereka terapkan terseok.

Guntur mengatakan, kemungkinan para pemegang saham ingin lebih fokus pada bisnis inti mereka masing-masing, di tengah kondisi ekonomi yang tidak stabil saat ini. Untuk nasib pengguna sendiri, Hooq sudah tidak membebankan biaya apa pun ke pengguna yang sudah ada (existing) sejak akhir Maret lalu.

Baca juga: Fakta-fakta “Nasi Anjing” yang bikin Heboh dan Viral

“Sudah tidak ada aktivasi pelanggan baru juga,” terang Guntur. Setelah masuk proses likuidasi, Guntur mengatakan tidak akan lagi ada kerja sama bundling dengan mitra di berbagai negara.

Selama ini, Hooq bekerja sama dengan sejumlah pihak seperti Telkom yang menawarkan bundling untuk pelanggan IndiHome. Hooq juga bekerja sama dengan Grab untuk memberikan layanan video streaming di platform Grab.[]

More articles

spot_img

News Update