Wednesday, August 10, 2022

Kadin Bantah Pernyataan Anggota DPR Kamrussamad

Must read

NAGOYANEWS.NET– Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kepulauan Riau, menolak pendapat anggota DPR RI dari Fraksi Gerinda, Kamrussamad yang menuding Paket Stimulus Kadin Rp 1.600 triliun atau sekitar 10 persen dari Produk Domestik Brutto tidak didukung data yang valid.

Anggota DPR Komisi XI dari Fraksi Gerindra Kamrussamad dalam publikasi sehari sebelumnya mengatakan usulan Kadin tidak didukung oleh data akurat menurut pandangan anggota Komisi Keuangan DPR itu, jika ingin menggerakan sektor riil, maka seharusnya memiliki skema penyelamatan UMKM. Alasannya, 129 juta tenaga kerja aktif mayoritas berada disektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah,  atau sekitar 96 persen.

Menanggapi pernyataan kontroversial tersebut, Ketua Umum Kadin Kepulauan Riau, Akhmad Ma’ruf Maulana mengatakan usulan Kadin sangat realistis jika ingin menggerakkan sektor riil, karena jangan sampai kasus Covid-19 berimbas negatif pada kondisi makro ekonomi Indonesia.

“Kita tidak ingin semua terhenti, sektor riil harus bergerak, stimulus dari Pemerintah sangat diperlukan,” terang Ma’ruf.

Dalam kalkulasi Kadin, stimulus 1.500 triliun jika pun semua dialokasikan kepada UMKM tidak cukup. Oleh karena itu, jika DPR benar-benar komitmen memberikan perhatian kepada UMKM, dari awal DPR mengawal agar ada alokasi dana yang lebih besar dari itu.

“Dana stimulus 1.500 triliun untuk UKM saja tidak cukup,” kata Ma’ruf.

DPR menurut Ma’ruf tidak perlu mencurigai langkah-langkah yang diambil Kadin, karena bisa diawasi dan tidak diperuntukan pada kelompok pengusaha tertentu.

“Justru yang Kadin pikirkan bagaimana ekonomi setelah covid bisa bangkit bersama-sama termasuk UMKM, kita ingin pemerataan berkeadilan,” terangnya.

Mengangkat UMKM menjadi usaha lebih besar salah satu perhatian Kadin, menurut Ma’ruf, saat ini jumlah pengusaha di Indonesia masih 3,1 persen dari jumlah penduduk, bandingkan dengan negara maju yang jumlah pengusahanya diatas 14 persen dari jumlah penduduk.

“Kita setuju bahwa UMKM perlu perhatian, tapi sekali lagi kami ajak DPR untuk mengawal, agar UMKM naik kelas, anggarannya harus di dukung,” tambahnya.

Tentang alokasi anggaran stimulus, Ma’ruf mencontohkan, Jepang misalnya, memberikan paket stimulus signifikan senilai 108 triliun yen ($990milyar) – setara dengan 20 persen dari output ekonomi Jepang – untuk meredam dampak pandemi coronavirus yang berat pada ekonomi terbesar ketiga di dunia itu.

More articles

spot_img

News Update