Fakta-fakta “Nasi Anjing” yang bikin Heboh dan Viral

Must read

NAGOYANEWS.NET– Niat baik selama Ramadan dan pandemi Covid-19 dengan pembagian nasi di Warakas, Jakarta Utara menuai polemik di masyarkat. Hal ini terjadi karena ada tulisan “Nasi Anjing” pada tulisan yang tempel di bungkus nasi tersebut.

Peristiwa tersebut terjadi di sekitar Masjid Babah Alun, Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu dini hari. Makanan siap santap itu dikirim komunitas ARK Qahal yang berpusat di Jakarta Barat. Berdasarkan pengakuan pengirim bungkusan nasi tersebut, pemakaian istilah anjing merujuk pada sifat hewan anjing, yakni setia dan mampu bertahan hidup di tengah kesulitan.

Peristiwa ini juga memantik komentar dari tokoh-tokoh politik dan tokoh masyarakat. Mereka menyangkan niat baik untuk memberikan bantuan itu dinilai kurang peka terhadap kondisi dan situasi.

Baca juga: Salat Tarawih Jadi Bubar Karena Pria Terjatuh di Halaman Masjid

Berikut beberapa fakta dari peristiwa yang menghebohkan ini.

1. Tulisan di Bungkus

Tulisan lengkap yang terdapat di bungkus nasi itu berbunyi, “Nasi Anjing, Nasi Orang Kecil, Bersahabat dengan Nasi Kucing #Jakartatahanbanting.” Tulisan itu berasal dari stempel yang dibubuhkan pada setiap bungkus nasi yang dibagikan. Selain tulisan, terdapat juga kepala anjing yang dijadikan logo.

Warga merasa isi dari bungkusan makanan adalah daging anjing dan makanan tersebut dibagikan kepada warganya yang mayoritas muslim.

Baca juga: Dampak PSBB di DKI, Suzuki Perpanjang Penutupan Pabrik dan Jamin Ketersediaan Sparepart

2. Heboh di Medsos

Pembagian “Nasi Anjing” juga mulai menyebar di akun-akun media sosial. Ada pula sebuah video berisi pernyataan warga yang mendapatkan ‘Nasi Anjing’ viral di media sosial. Dalam video itu, disampaikan pula bahwa nasi tersebut berisi daging anjing.

Hal ini buat keadaan makin gaduh. Banyak komentar yang diberikan pada setiap akun yang memposting perihal tersebut. Akhirnya, kasus “Nasi Anjing” pun menjadi viral dan bahkan mendapatkan komentar dari beberapa tokoh.

“Mungkin niatnya baik mau membantu. Tapi menamakan bantuan dengan nasi anjing sangat tidak sensitif,” kata Fadli Zon dalam akun Twitter-nya, @fadlizon, Senin (27/4/2020).

Baca juga: Sitti Hikmawatty Diberhentikan Tidak Hormat oleh Presiden Joko Widodo, Begini Reaksinya

3. Diperiksa Polisi

Polres Metro Jakarta Utara menyelidiki kasus pembagian nasi bungkus berlogo kepala anjing, untuk warga terdampak krisis ekonomi akibat wabah virus corona tersebut.

“Polres Metro Jakarta Utara melaksanakan patroli, mendapat info dari warga Warakas Tanjung Priok tepatnya di sekitar Masjid Babah Alun Warakas bahwa ada pembagian makanan siap santap kepada warga Warakas yang berlogo kepala anjing dan ada tulisan berbunyi ‘nasi anjing, nasi orang kecil, bersahabat dengan nasi kucing’. #Jakartatahanbanting,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Jakarta, Minggu.

Dijelaskan, polisi mendapat laporan dari warga Warakas Tanjung Priok yang merasa dilecehkan dengan adanya pihak yang membagikan “Nasi Anjing” sebagai bantuan makanan untuk warga terdampak pandemi COVID-19.

Polisi kemudian mengumpulkan beberapa keterangan saksi dan mengamankan beberapa orang ke Polres Metro Jakarta Utara untuk dilakukan pemeriksaan yang lebih mendalam.

Baca juga: Begini Langkah Pelaporan Angka Meteran Listrik Melalui WhatsApp

4. Kasus dihentikan

Polisi memastikan kasus pemberian makanan bertuliskan ‘Nasi Anjing’ kepada warga di sekitar Masjid Babah Alun, Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara hanya kesalahpahaman saja.

“Betul (hanya) kesalahpahaman,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara Kompol Wirdhanto Hadicaksono kepada CNNIndonesia.com, Senin (27/4).
Sebelumnya, kepolisian lantas melakukan penyelidikan. Termasuk meminta klarifikasi dari yayasan ‘Qahal Family’ selaku pihak yang memberikan nasi tersebut.

Dari hasil klarifikasi itu, diketahui bahwa pemberian nama ‘Nasi Anjing’ itu dikarenakan porsinya lebih besar daripada nasi kucing. Selain itu, bahan yang digunakan juga dipastikan halal.

Disampaikan Wirdhanto, pada Minggu (26/4) kemarin, telah dilakukan pertemuan antara pihak perwakilan warga Warakas dengan pihak yayasan ‘Qahal Family’.

More articles

spot_img

News Update