Wednesday, August 10, 2022

Ini Kontroversi yang Bikin Dua Stafsus Milenial Jokowi Mundur

Must read

NAGOYANEWS.NET– Sudah bukan rahasia lagi bahwa lingkaran kekuasaan memang selalu menggiurkan dan mudah untuk membuat orang tergoda. Hal ini mungkin yang menjadi ujian bagi staf khusus presiden dari kalangan milenial.

Beberapa waktu lalu, dua staf khusus milenial Presiden Joko Widodo mengundurkan diri. Keduanya mengundurkan diri setelah terjadi kontroversi di kalangan masyarakat karena diduga terjadi konflik kepentingan antara tugas dan perusahaan atau usaha yang dimilikinya.

Presiden Joko Widodo pun telah mengabulkan pengunduran diri keduanya dan menilai bahwa selama bertugas, mereka berdua telah meberikan kontribusi.

Baca juga: Kiat Efisiensi Keuangan Kala Ramadan dan Pandemi Covid-19

“Saya memahami kenapa mereka mundur, Saudara Belva Devara dan Andi Taufan. Mereka anak-anak muda yang brilian, yang cerdas, dan memiliki reputasi serta prestasi yang sangat baik,” ujar Jokowi dalam keterangan pers, Jumat (24/4/2020).

Terkait dengan Belva Devara, ia adalah yang pertama kali mengundurkan diri. Belva mundur pada tanggal 21 April 2020, sementara Taufan pada 24 April 2020. Kedua stafsus milenial ini memutuskan untuk fokus pada profesinya.

Belva dan Andi Taufan memiliki alasan yang berbeda. Namun keduanya sama-sama ‘tersandung’ polemik. Belva dilatarbelakangi polemik Ruangguru sebagai mitra Program Kartu Prakerja. Kendati sudah klarifikasi kemitraan tersebut sesuai prosedur. Ruangguru adalah startup edukasi besutan Belva.

Baca juga: Ahli Rusia: Ilmuwan Wuhan Melakukan Hal yang Benar-Benar ‘Gila’

Sementara Taufan dilatarbelakangi polemik surat dengan kop Sekretariat Kabinet pada 1 April 2020, yang isinya memohon agar para camat mendukung edukasi dan pendataan kebutuhan alat pelindung diri (APD) untuk melawan wabah Covid-19 yang dilakukan oleh PT Amartha Mikro Fintek (Amartha). Perusahaan tersebut tidak lain adalah milik Andi Taufan.

Selain dua orang yang sudah mundur, terdapat seorang lagi stafsus yang menuai kontroversi, yakni Billy Mambrasar. Hal itu disebab oleh perusahaannya, PT Papua Muda Inspiratif, yang sempat mengajukan dana ke Lembaga Pengelola Dana Bergulir ( LPDB) Koperasi dan UMKM (KUKM) melalui mekanisme koperasi.

Belakangan LPDB KUMKM membantah telah mengucurkan pinjaman atau pembiayaan dana bergulir kepada PT Papua Muda Inspiratif yang merupakan perusahaan milik Staf Khusus Presiden Jokowi.

Baca juga: Pejabat AS: Sinar Matahari, Panas, dan Kelembaban Lemahkan Coronavirus

“LPDB sesuai arahan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki hanya melalui koperasi dan koperasi yang diajukan oleh Sdr Billy, setelah diperiksa di lapangan tidak memenuhi syarat untuk dapat pinjaman,” kata Supomo, Direktur Utama LPDB, sebagaimana dikutip dari Kompas.com.

Billy Mambrasar tak sekali tersandung kontroversi sejak dilantik sebagai stafsus milenial. Beberapa waktu sebelumnya, dia dihujani dikritik karena mencantumkan jabatan ‘setara dengan menteri’ di akun LinkedIn miliknya.[]

More articles

spot_img

News Update