Kiat Efisiensi Keuangan Kala Ramadan dan Pandemi Covid-19

Must read

NAGOYANEWS.NET– Harus diakui bahwa virus Covid-19 ini telah merubah banyak hal, khususnya bidang ekonomi dan keuangan. Ekonomi dan keuanga ini memang menyangkut setiap personal. Dari perspektif ini pula banyak orang yang tidak setuju dengan kebijakan pemerintah, agar masyarakat tetap di rumah saja.

Dampak dari kebijakan tersebut, banyak kalangan masyarakat yang pendapatannya berkurang, bahkan ada yang tidak lagi memiliki pendapatan karena terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Baca juga: Kegagalan atas Uji Coba Vaksin Covid-19 Bikin Rupiah Makin Lemas di Akhir Pekan

Berikut adalah kiat dan tips dari OY! Indonesia yang dikutip dari Liputan6.com. Setidaknya ada empat hal penting yang perlu diperhatikan agar keuangan tetap stabil selama menghadapi pandemi Covid-19.

1. Proaktif

Sangat penting untuk menjadi pribadi yang proaktif. Seseorang harus rajin dalam mencari diskon untuk mengurangi pengeluaran atau bahkan membayar tagihan. Anda bisa meluangkan waktu untuk mencari secara online penawaran dan diskon spesial, serta membandingkan harga. Hal-hal seperti pembayaran otomatis, bundling juga dapat menghemat banyak uang.

Dalam keadaan darurat, Anda dapat menggunakan kartu kredit dengan bijak. Tetapi pastikan tidak lupa bahwa setiap kali memakai kartu kredit, itu akan menjadi utang yang harus dibayar nanti. Maka selalu pastikan Anda memahami apa yang dihadapi sebelum melakukannya.

Baca juga: Begini Langkah Pelaporan Angka Meteran Listrik Melalui WhatsApp

2. Pengeluaran prioritas

Memprioritaskan pengeluaran sangat penting. Tapi, ada perbedaan yang sangat besar antara keinginan dan kebutuhan. Misalnya, perumahan, makanan, utang, transportasi dan asuransi dapat menjadi hal sangat penting bagi kehidupan sehari-hari.

Hal pertama yang harus dilakukan adalah membuat daftar. Tentukan apa yang paling penting, lalu putuskan hal yang perlu Anda dihilangkan, kurangi atau temukan solusi kreatif untuk pengeluaran opsional lainnya.

3. Jangan panik

Berpikirlah secara logis terkait masalah keuangan. Dengan adanya aturan jaga jarak sosial bisa sangat mendorong untuk melakukan aksi memborong belanjaan atau panic buying.
Banyak produk sudah dipesan dan diproduksi hingga enam bulan sebelumnya, yang berarti Anda memiliki stok yang sudah pasti akan ada gantinya di kemudian hari.

Jika membutuhkan sesuatu atau ingin memiliki sesuatu di rumah untuk berjaga-jaga, tidak apa-apa. Hal-hal seperti obat-obatan, stok makanan bisa disimpan selama satu atau dua minggu di rumah, tetapi ketahuilah bahwa barang-barang yang Anda butuhkan masih tersedia di toko.

Baca juga: Ruangguru, Bukalapak, GoPay dan 5 Aplikasi Digital akan Diperiksa KPPU Terkait Kartu Pra Kerja

4. Berhemat

Selama work from home, kita masih perlu melakukan transaksi harian dan bulanan seperti pembelian barang kebutuhan sehari-hari via online, pembayaran internet yang jadi penting selama work from home, atau sekadar top-up ojek online untuk beli makanan kesukaan.

Terkadang kita masih belum sadar kalau transaksi sehari-hari bisa menimbulkan biaya ekstra disaat sebenarnya bisa banget untuk dihemat. Di masa yang tidak stabil ini, OY! mengajak masyarakat untuk bisa lebih bijak dalam bertransaksi termasuk mengatur keuangan dan terkontrol dengan baik.

‚ÄúSalah satu pengeluaran sehari-hari yang dapat ditekan misalnya biaya transfer antar bank atau top up e-wallet, bayangkan jika sehari bertransaksi hingga 5 kali dan per transaksi dikenakan biaya hingga Rp6.500 berapa banyak pemborosan yang terjadi? Apalagi kita akan sering melakukan pembelian online dan perlu melakukan top-up e-wallet atau e-money. OY! hadir untuk lebih membantu masyarakat dengan fitur transaksi antar bank dan top up yang bebas biaya admin agar pengeluaran menjadi lebih efisien,” kata CEO OY! Indonesia, Jesayas Ferdinandus. []

More articles

spot_img

News Update